Senin, 12 Februari 2018

ELP or not ELP?

Mengunjungi Colosseum hari ini, saya bukannya teringat album RPI dari Italia tapi malah sebuah album berjudul Spartacus yang dirilis oleh Triumvirat sebuah Group symphonic prog dari Cologne, Jerman. Spartacus menceritakan perjuangan seorang Thracian Gladiator memimpin budak-budak memberontak melawan Roma. Hehe album epik lah pokoknya. Saya terus terang membayangkan nya dimainkan secara live di Colosseum..... hmmm tapi nanti jangan-jangan dianggap meniru Pink Floyd ya....

Tapi yang menjadi masalah bukan Pink Floyd tapi ELP. Triumvirat sering dianggap terlalu mirip  dengan ELP. Jurgen Fritz yang memainkan piano, hammond organ, dan moog, gaya permainannya sangat mirip dengan Keith Emerson dari ELP. Bahkan Triumvirat sendiri sering dituduh meniru ELP.

Triumvirat merekam beberapa album bagus mulai tahun 1972 dengan album perdana yang penuh perpaduan klasik dan rock berjudul Mediterranean Tales; diikuti oleh Illusion On A Double Dimple tahun 1974 dan mencapai puncak karirnya dengan album yang berjudul Spartacus ini pada tahun 1975. Album Spartacus sendiri terdiri dalam 9 lagu yang berdurasi total 42 menit. Indah sekali semua lagu ini dimainkan oleh trio yang sangat kompak dan inovatif. Penuh kejutan manis seperti perubahan ritme dan mood tiba-tiba atau suara synthesizer moog yang futuristik. Memang tak ada Greg Lake disini, hanya Helmut Kollen yang bernyanyi, memainkan bass dan gitar dengan sangat baik. Permainan drums Hans Bathelt sangat ekspresif dan sebetulnya agak mirip-mirip Carl Palmer. Sekali lagi Jurgen Fritz membuktikan dirinya adalah maestro dengan segudang koleksi melodi dan variasi yang luar biasa. Hmmm .... baiklah, masalah mirip ELP atau tidak mungkin bisa sejenak dikesampingkan ...   



SPARTACUS
Triumvirat

Album Studio, 1975

Daftar Lagu
1. The Capital Of Power (3:13)
2. The School Of Instant Pain (6:22)
- a. Proclamation
- b. The Gladiator's Song
- c. Roman Entertainment
- d. The Battle
3. The Walls Of Doom (3:56)
4. The Deadly Dream Of Freedom (3:54)
5. The Hazy Shades Of Dawn (3:09)
6. The Burning Sword Of Capua (2:41)
7. The Sweetest Sound Of Liberty (2:35)
8. The March To The Eternal City (8:46)
- a. Dusty Road
- b. Italian Improvisation
- c. First Success
9. Spartacus (7:38)
- a. The Superior Force of Rome
- b. A Broken Dream
- c. The Finale

Durasi 42:14

Musisi
- Jürgen Fritz / electric & grand pianos, Hammond organ, Moog & ARP String synths, producer
- Helmut Köllen / bass, acoustic & electric guitars, vocals
- Hans Bathelt / drums, percussion

Informasi Release
Artwork: Kochlowski
LP Harvest / EMI ‎- 1C 062-29 567 (1975, Germany)
LP Capitol - ST 11392 (1975, US)
CD Harvest / EMI ‎- 792910 2 (1994, Brazil)
CD Harvest ‎- 7243 5 3516321 (2002, Europe) Remastered by John Cremer w/ 2 bonus tracks



Sabtu, 10 Februari 2018

Tentang Manusia

Museo Rosenbach berasal dari Bordighera, kota yang masih dipinggir laut Liguria, hanya 2 jam berkendara dari Genoa. Museo merilis album perdana mereka tahun 1973 yang berjudul Zarathustra. Album ini merupakan intepretasi luar biasa dari buku filsuf Jerman ternama abad 19: Friedrich Nietzsche yang berjudul Thus Spoke Zarathustra. Buku ini menceritakan kegilaan zaman yang semakin lama semakin menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dan munculnya Zarathustra sebagai manusia super yang membebaskan kemanusiaan. Hehe agak berbau "kanan" memang. Tapi biarlah masalah Nietczhe ini tidak usah kita perbincangkan. Walaupun sayangnya suasana politik di Italia dan Eropa saat album Museo Rosenbach ini dirilis masih cukup panas. Akibatnya sudah jelas, album dahsyat ini dikritik sebagai suara sayap kanan. Apalagi sampulnya yang serba hitam juga mencantumkan foto Benito Mussolini, diktator Nazi jaman perang dunia ke 2. Radio-radio banyak yang menolak memutar album ini. Museo bahkan mendapat protes politik saat pertunjukan di Naples, yang berujung pada bubarnya band luar biasa ini.

Ah sayang sekali, padahal album ini dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah progressive rock di Italia, dan berkali-kali dirilis ulang hingga saat ini. Suite Zarathustra sendiri terbagi dalam 5 bagian dengan durasi total 20 menit. L'Ultimo Uomo, Il Re Di Leri, Al Di La Del Bene E Del Male, Superumomo, Il Tempio Delle Clessidre; semuanya bercerita tentang perjalanan Zarathustra turun bertapa dari gunung, dan bertahap mengalami penolakan, kekecewaan hingga akhirnya mengalami pembebasan. Musiknya juga sangat sesuai dengan cerita ini, gelap dan misterius saat turun gunung, melankolis saat Zarathustra kecewa, keras dan bersemangat pada bagian akhir suite. Vokal Stefano Galifi yang kasar dan sedikit serak cocok dengan julukannya: Lupo yang artinya serigala; penuh karakter dan ekspresif. Diiringi oleh dentuman bass Alberto Moreno dan permainan drum Giancarlo Gorzi yang luar biasa. Dan tentunya buat penggemar Mellotron dan Hammod organ album ini mempersembahkan permainan Pit Corradi yang luar biasa, penuh dengan melodi indah dan chord yang haunting dan menggema dalam kepala terus menerus. Alberto Moreno yang memainkan gitar juga tak bisa dilupakan, memasukan elemen rock yang pantas pada album ini. Memang banyak juga kritikan tentang kualitas rekaman yang katanya kurang bersih. Tapi buat saya album ini tetap album RPI terbaik dari group RPI terbaik yang pernah ada....



ZARATHUSTRA
Museo Rosenbach

Studio Album, released in 1973

Songs / Tracks Listing
1. Zarathustra 
- a. L'Ultimo Uomo (3:57) 
- b. Il Re Di Ieri (3:12) 
- c. Al Di La Del Bene E Del Male (4:09) 
- d. Superuomo (1:22) 
- e. Il Tempio Delle Clessidre (8:02) 
2. Degli Uomini (4:01) 
3. Della Natura (8:24) 
4. Dell'Eterno Ritorno (6:15)

Total Time: 39:22

Line-up / Musicians
- Stefano "Lupo" Galifi / vocals
- Enzo Merogno / guitar, vocals
- Pit Corradi / Mellotron, Hammond organ, vibraphone, Farfisa el. piano
- Alberto Moreno / bass, piano
- Giancarlo Golzi / drums, timpani, bells, vocals

Releases information
Artwork: Wanda Spinello
LP Ricordi - SMRL 6113 (1973, Italy)
LP Seven Seas - K22P-280 (1982, Japan)
LP Contempo Records - CONTE 004 (1990, Italy)
LP Sony Music - 88697428191 (2009, Italy)
CD Nexus - K32Y 2117 (1987, Japan)
CD Contempo Records - CONTEDISC 004 (1990, Italy)
CD Crime - KICP 2710 (1993, Japan)
CD Ricordi - 74321531842 (1997, Italy)
CD Si-Wan Records - SRMC 1047 (1998, South Korea)
CD BMG - BVCM-37425 (2003, Japan) Remastered by Cozy Noda
CD Ricordi - 74321984522 (2003, Italy)
CD Sony Music - 88697853632 (2011, Italy)
CD Sony Music - 88875000442 (2014, Italy)
CD Gruppo Editoriale L'Espresso(2015, Italy)



Kamis, 08 Februari 2018

Lagu Dinding Kota

Mumpung masih di Genoa, saya berkeliling dan mengagumi berbagai bangunan indah disekeliling kota. Ternyata banyak sekali gereja tua yang rupanya dibangun oleh keluarga-keluarga kaya, dan oleh karenannya mempunyai gaya arsitekstur yang  berbeda-beda. Mulai dari Cathedral San Lorenzo, Chiesa del Gesu, Chruch San Siro, Basilica Santa Maria delle Bigne, dan banyak lagi. Mungkin cuma kalah sama Roma deh jumlah gereja di kota ini.

Sekarang saya mengerti mengapa dikota ini juga lahir group RPI seperti Latte e Miele. Pada tahun 1972, Latte e Miele merilis album yang berjudul Passio Secundum Mattheum, dan merupakan intepretasi dari sebuah kitab Injil dan bergaya musik opera klasik ala Bach. Padahal mereka saat itu hanya bertiga dan berusia belasan, hehehe ... luar biasa. Tidak heran saat itu group yang terdiri dari Marcello Giancarlo, Oliviero Lacagnina dan Alfio Vitanza ini dijuluki ELP nya Italia.

Tapi  waktu berniat menguji Latte e Miele, hingga sempat terpecah dalam waktu lama walau sempat menghasilkan berbagai album bagus hingga pada tahun 2014, mereka memutuskan untuk merekam album pertama mereka yang fenomenal ini. Jadi album ini diberi judul sama tetapi ditambahi kata-kata: Complete Works. Maksudnya complete works adalah ditambah dengan beberapa lagu baru dan banyak vokalis terkenal yang bertindak sebagai narrator. Sebut saja Giorgio D'Adamo dari New Trolls, Aldo de Scalzi dari Picchio dal Pozzo, Elisa Montaldo dari Il Tempio delle Clessidre, ...... wah banyak sekali deh vokalis top RPI disini. Narator memang sesuatu yang unik dari album ini, bergantian mereka menceritakan kisah religi Matthew ini.

Musiknya sendiri sama seperti 42 tahun sebelumnya, walau tentu terasa lebih matang. Komposisi yang sangat lengkap. Harmoni yang dihasilkan oleh bunyi piano dan choir, gitar dan drum, bass dan vokal, serta narator yang mengisi tiap jeda dengan babak yang baru.
Aaah... seperti juga gedung-gedung tua ini, rupanya Latte e Miele telah jadi sejarah. Melekat di dinding-dinding kota Genoa, tidak menjadi tua tapi mereka tumbuh bersama.......



PASSIO SECUNDUM MATTHEUM - THE COMPLETE WORK
Latte e Miele

Studio Album, released in 2014

Songs / Tracks Listing
1. Introduzione (3:11)
2. Il Giorno degli Azzimi (1:03)
3. Ultima Cena (2:56)
4. Il Pane e il Sangue dell'Alleanza (3:54)
5. Getzemani (5:26)
6. I Falsi Testimoni (2:41)
7. Il Pianto (1:51)
8. Il Rinnegamento di Pietro (2:46)
9. Il Prezzo del Sangue (3:41)
10. Giuda (1:05)
11. Il Re del Giudei (1:54)
12. Barabba (1:00)
13. Toccata per Organo (2:29)
14. Il Calvario (3:40)
15. Aria della Croce (2:37)
16. La Spartizione della Tunica (2:48)
17. Dall'Ora Sesta all'Ora Nona (1:03)
18. Il Velo del Tempio (2:17)
19. Come un Ruscello Che... (3:53)

Total Time: 50:16

Line-up / Musicians
- Marcello Giancarlo Dellacasa / electric & Classical guitars
- Oliviero Lacagnina / keyboards, piano
- Massimo Gori / bass, vocals
- Alfio Vitanza / drums, vocals

With:
- Alvaro Fella (Jumbo) / narrator 
- Lino Vairetti (Osanna) / narrator 
- Silvana Aliotta (Circus 2000) / narrator 
- Paolo Carelli (Pholas Dactylus) / narrator 
- Aldo de Scalzi (Picchio dal Pozzo) / narrator, mixing 
- Sophya Baccini / narrator 
- Elisa Montaldo (Il Tempio delle Clessidre) / narrator 
- Giorgio D'Adamo (New Trolls) / narrator 
- Max Manfredi / narrator 
- Simonluca / narrator 
- Paolo Griguolo (Picchio dal Pozzo) / narrator 
- GnuQuartet / violin, viola, cello, flute
- Coro Polifonico Classe Mista della Spezia / chorus vocals
- Sergio Chierici / choir director & conductor

Releases information
Artwork: Francesca Ameglio
LP Black Widow Records ‎- BWR 165 (2014, Italy)
CD Black Widow Records ‎- BWRCD 165-2 (2014, Italy) 



Musim Ke 7 Di Genoa

Aaah... akhirnya kita kembali ke Italia, ke sebuah kota bernama Genoa, yang merupakan salah satu kota besar di Italia dan merupakan salah satu pelabuhan penting di laut Ligurian. Kota ini penuh dengan gedung-gedung herritage kelas dunia yang dilindungi oleh UNESCO dan merupakan rumah bagi petualang-petualang sejati seperti Christopher Columbus dan Marco Polo. Sebetulnya tidak tepat juga menyebut Marco Polo orang Genoa. Sebenarnya ia orang Venesia yang dipenjara di Genoa karena saat pulang dari perjalanan epiknya ke Cina, ternyata Venesia dan Genoa tengah berperang. Konon kabarnya dalam sel penjara di Genoa dia mendiktekan bukunya kepada teman satu sel nya.. hehe

Di dunia musik Genoa juga punya berbagi nama besar seperti Niccolo Paganini. Tidak heran bila band yang memadukan musik klasik dan rock seperti New Trolls lahir disini. New Trolls punya sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 60an. Band ini didirikan oleh Nico Di Palo, Vittorio De Scalzi, Mauro Chiarugi, Giogio D'Adamo dan Gianni Belleno. Sempat menjadi band pembuka pertunjukan Rolling Stones, mereka sangat terkenal hingga pernah mengalami perpecahan beberapa kali dan mengambil arah musik yang berbeda. Hehehe perpecahan memang sering terjadi dalam sebuah perjalanan group musik, tapi tentunya itu juga adalah sebuah ujian yang membuat New Trolls semakin matang.

Jadi album yang kuputar ini adalah sebuah album reuni New Trolls tahun 2007 yang berjudul Concerto Grosso No.3: The Seven Seasons, berisi 15 lagu dengan durasi pendek-pendek dengan nuansa musik klasik Genoa yang kental. Vittorio De Scalzi dan Nico Di Palo kembali bergabung bersama Andrea Maddalone yang memainkan gitar akustik dengan sangat baik, Mauro Sposito, Francesco Bellia dan Alfio Vitanza. Beberapa musisi pendukung juga menonjol, seperti Stefano Cabrera yang memimpin orchestra violin. Ada juga Madelyin Monti yang vokalnya membawa kita ke suasana opera layaknya pertunjukan di Teatro Carlo Felice.

Aaah pendeknya album ini enak sekali kudengarkan sambil jalan-jalan sepanjang Piazza De Ferrari, sambil memikirkan menu yang akan kupesan di restoran Italia yang kecil dan sepi diujung jalan.....


CONCERTO GROSSO - THE SEVEN SEASONS
New Trolls

Studio Album, released in 2007

Songs / Tracks Listing
1.The Knowledge (Overture) (1:34)
2. Dance With The Rain (Ballata) (4:24)
3. Future Joy (Scherzo) (2:50)
4. High Education (Cello Cadenza) (1:43)
5. The SeVenth Season (Ostinato) (5:31)
6. One Magic Night (Larghetto) (5:52)
7. Barocco'n'Roll (allegro Brioso) (2:57)
8. Intro and Canone (1:34)
9. Testament Of Time (Andante) (4:27)
10. The Ray Of White Light (Rond?) (4:35)
11. To Love The Land (Adagio) (4:45)
12. The Season Of Hope (Piano Preludio) (5:00)
13. Simply Angels (Suite) (6:25)
14. Ethix (Canzona) (3:07)

Bonus Track:
15. So Che Ci Sei (Italian version of "Dance With The Rain") (4:24)

Total time 59:08

Line-up / Musicians
- Vittorio De Scalzi / vocals, piano, Classical guitar, concert flute, arrangements & orchestration
- Nico Di Palo / vocals, keyboards
- Andrea Maddalone / acoustic & electric guitars, vocals
- Mauro Sposito / electric guitar, vocals
- Francesco Bellia / bass, vocals
- Alfio Vitanza / drums, vocals

With:
- Stefano Cabrera / cello (4), orchestra conductor
- Martino Coppo / mandolin (6)
- Madelyn Monti / operatic soprano vocals (6)
- Shel Shapiro / narrator voice (5)

The "White Light Orchestra":
- Roberto Izzo / 1st violin
- Raffaele Rebaudengo / 1st viola
- Mirko Foschi / oboe

Releases information
2xLP Aereostella ‎- 0185688 AER (2007, Europe)
CD Aereostella ‎- 0182912 AER, (2007, Italy)



Selasa, 06 Februari 2018

Simpul Nan Rumit

Group pure instrumental bernama Gordian Knot ini dimotori oleh bassis group progressive metal Cynic Sean Malone. Tapi berbeda dengan Cynic, Gordian Knot membawakan musik experimental ala King Crimson era Trey Gunn yang galak dan garang dengan chapman stick nya.

Selain Sean Malone dan beberapa anggota Cynic, anggota lainnya bervariasi. Misalnya pada album kedua Gordian Knot yang berjudul Emergent ini ada Bill Bruford dan Steve Hackett. Drummer Bill Bruford tentu punya peran penting disini, membentuk ritme garang yang terjaga, didukung permainan bass Sean Malone yang mantap. Bahkan bass nya pada beberapa bagian bermain solo dengan sangat lembut dan memukau: lihat saja The Brook The Ocean. Tapi gitarisnya juga Jason Gobel, berperan penting, memberi warna pada setiap lagunya, dengan perubahan tekstur yang nyata. Steve Hackett malah sempat juga bermain solo. Jelas sekali setiap musisi adalah musisi pilihan dan sangat ahli dibidangnya. Dibandingkan dengan album pertamanya yang berjudul sama, Emergent rasanya lebih berwarna dan garang. Mungkin pada album pertama Sean Malone masih mencoba-coba kemampuan chapman sticknya. tapi pada album ini rasanya kemampuannya sudah setara master heheh. 

Sungguh suatu moment yang langka menemukan semua musisi hebat ini pada satu album dan memainkan musik dengan kemampuan terbaik yang mereka punya... Bravo Malone!




EMERGENT
Gordian Knot

Studio Album, released in 2002

Songs / Tracks Listing
1. Arsis (1:59) 
2. Muttersprache (6:26) 
3. A Shaman's Whisper (6:33) 
4. Fischer's Gambit (5:43) 
5. Grace (Live *) (8:27) 
6. Some Brighter Thing (7:34) 
7. The Brook The Ocean (4:06)
8. Singing Deep Mountain (9:00)

* Recorded in concert at Beall Concert Hall, Eugene, Oregon. 

Total Time: 49:48

Line-up / Musicians
- Jason Göbel / guitar (2-4,6,8,9)
- Sean Malone / bass (1,2,4,6-9), Chapman stick (2,3,5,8), guitar & keyboards (2-4,6-8), e-bow (2,6,8), loops (2,4,7), Echoplex (5), vocals (8), arranger & co-producer
- Bill Bruford / slit drum (3), drums (6-8)

With:
- Sonia Lynn / additional vocals (8)
- Steve Hackett / guitar (2,6,8)
- Paul Masvidal / guitar (3)
- Jim Matheos / steel- (4,6,8) & nylon-string (4) acoustic guitars 
- Sean Reinert / drums (3,4), electronic drums (2,9)

Releases information
Artwork: Travis Smith 
CD Avalon ‎- MICP 10343 (2002, Japan) With a bonus track
CD Sensory ‎- SR 3016 (2003, US)


Minggu, 04 Februari 2018

Jalan-jalan di Agusa

Album yang kali ini kuputar adalah album terakhir Agusaa yang self titled. Agusa adalah sebuah group band Psychedelic, dengan sentuhan folk yahg sangat retro dari Swedia. Aah... aku tambah kagum pada negara ini. Banyak sekali group prog yang dihasilkan, dengan genre yang sangat bervariasi pula. Sebut saja Made In Sweden (tentu saja), Moon Safari yang sangat ekspresif dan romantis (hehe masih jadi hutang review ku). Belum lagi Flower Kings, Agents of Mercy, Kaipa, Beardfish, Anekdoten, Anima Morte, Opeth, Trettioariga Kriget, dan banyak lagi. Luar biasa rasanya untuk satu negara kecil didaerah yang sangat dingin. Mungkin karena dingin mereka banyak menulis lagu dan bermain musik, hehe. Yang jelas, negara ini termasuk salah satu negara dengan penduduk terbahagia di planet ini. hahahahaha...... Mungkinkah ada hubungannya antara musik prog dengan kebahagian? wah hipotesis menarik yang perlu pembuktian nih. Siapa tahu ternyata rahasia kebahagiaan adalah musik prog!!! Yang jelas aku sudah membuktikannya untuk diriku sendiri, hehehe.....

Wah cukup melantur nih. Baiklah kita kembali ke Agusa. Agusa didirikan tahun 2013 oleh Tobias Pettersson yang memainkan bass, guitarist Mikael Ödesjö, drummer Dag Strömkvist dan Jonas Berge pada organ. Mereka pertama kali kumpul-kumpul dan ber jam session bersama disuatu tempat yang bernama Agusa. Tentunya tempat ini indah sekali. Karena musik yang dihasilkan band ini sangat indah, Vintage dengan berbagai gaya retro prog tahun 70an. Hingga saat ini mereka telah menghasilkan 3 album yang sangat memuaskan telinga dan jiwa. Album yang terakhir ini dirilis tahun 2017 awal, dengan keyboardist Jeppe Juul dan Jenny Puertas yang memainkan flute. Tim Wallander memainkan drum menggantikan Dag yang pergi ke India. Hanya ada 5 lagu intrumental yang berdurasi panjang dan mengajak kita jalan-jalan di Agusa. Terbayang desa yang sunyi dan tenang. Langit sangat biru dengan rumput musim panas yang hijau. Begitu kita tiba maka ide-ide mengalir cepat dan runut.....


AGUSA
Agusa

Studio Album, released in 2017

Songs / Tracks Listing

1. Landet Langesen (10:29) 
2. Sorgenfri (5:00) 
3. Den Fortrollade Skogen (8:33) 
4. Sagor Fran Saaris (9:20) 
5. Bortom Hemom (10:19) 

Total time 43:41

Line-up / Musicians
- Mikael Ödesjö / guitar
- Jeppe Juul / organ
- Jenny Puertas / flute
- Tobias Pettersson / bass
- Tim Wallander / drums, percussion


Releases information
Artwork: Danilo Stankovic
CD Kommun 2 ‎- KOMMUN2-42 (2017, Sweden)
CD The Laser's Edge ‎- LE 1080 (2017, Europe)
LP Kommun 2 ‎- KOMMUN2-42 (2017, Sweden)
       



Kamis, 01 Februari 2018

Kegilaan Ala Ange

Album yang kudengar sekarang ini adalah album ketiga dari raksasa symphonic prog Perancis: Ange. Judul album nya adalah Au-Dela Du Delire. Album yang dirilis tahun 1974 ini sangat bagus. Vokalis Christian Décamps bernyanyi dengan sangat ekspresif, teatrikal; diiringi musik symphonic yang klasik. Jelas sekali gaya Genesis atau King Crimson awal tersirat. Tapi Ange menjadikannya sangat bergaya Perancis. Christian Décamps dan saudaranya yang bernama Francis juga memainkan keyboard. Duo keyboard ini memainkan melodi dan ritme yang mediaval. Gitar akustik  Jean-Michel Brézovar juga indah, apalagi ditambah permainan flutenya sendiri.

Album ini sering dianggap sebagai puncak dari pencapaian Ange yang tertinggi. Terutama pada era awal Ange yaitu tahun 1972 hingga 1978. Ange bahkan pernah menjadi band pembuka Genesis pada Reading Festival tahun 1974 didepan 30.000 penonton Wooow.... . Dan kalau Ange tidak terlalu terkenal mungkin karena lirik bahasa perancis nya yang membuat tidk populer. Tapi menurut saya ada untungnya juga kalau anda tidak mengerti bahasa perancis. Karena konon kabarnya lirik album ini sangat sarcastic dan gila.... hahahaha


AU-DELÀ DU DÉLIRE
Ange 

Studio Album, released in 1974

Songs / Tracks Listing
1. Godevin Le Vilain (2:57) 
2. Les Longues Nuits D'Isaac (4:10) 
3. Si J'étais Le Messie (3:00) 
4. Balade Pour Une Orgie (3:22) 
5. Exode (5:00) 
6. La Bataille Du Sucre (Inclus: La Colère Des Dieux) (6:30) 
7. Fils De Lumiere (3:52) 
8. Au Delà Du Délire (9:02)

Total Time: 37:53

Line-up / Musicians
- Christian Décamps / lead vocals, piano, Hammond, harpsichord
- Jean-Michel Brézovar / electric & 12-string guitars, mandolin, flute, backing vocals
- Francis Décamps / Viscount organ, celesta, backing vocals
- Daniel Haas / bass, Classical guitar
- Gérard Jelsch / drums, percussions

With:
- Henry Lovstav / violin (1)
- Eric Bibonne / child voice (6)
- Michel Lefloch / Bernard L'Hermite voice (8)

Releases information
Artwork: Philippe Huart
LP Philips ‎- 6325 037 (1973, France)
CD Philips - 842 239-2 (? , France)
CD Philips ‎- PPD-3096 (1990, Japan)
CD Mercury ‎- UICY-75467 (2013, Japan) 24-bit remaster by Kenji Yoshino



Sinkronisasi: Dave Sinclair

Dave Sinclair adalah seorang bintang prog serba bisa. Ia adalah composer, penyanyi dan keyboardist yang mendirikan pelopor aliran Canterb...